Disruptive
innovation
Teori disruption pertama kali di perkenalkan pada tahun 1995 oleh
Clayton Christensen. Definisi dari Disruptive innovation adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru,
mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan
teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga
pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga
pada pasar yang lama. Kaitannya dengan pendidikan yaitu banyak sekali
kita jumpai penemuan baru dalam pendidikan, misalnya saja, model ujian yang
dulunya menggunakan kertas sekarang berbasis komputer, model pembelajaran e-learning dan sebagainya. Tidak dipungkiri, munculnya hal
tersebut erat kaitannya dengan era digital dan internet. Multimedia dapat
dikatakan inovasi ‘mengganggu’ yang kemudian menjadi nilai tambah dalam suatu
proses pembelajaran. Hofstetter menyatakan bahwa multimedia adalah penggunaan
komputer untuk menampilkan informasi yang merupakan gabungan dari
teks, grafik, audio dan video sehingga membuat pengguna dapat
bernavigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi dengan
komputer.
Heutagogy
Heutagogy ialah studi tentang pembelajaran mandiri, yang menerapkan
pendekatan holistik untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, dengan
menempatkan peserta didik sebagai ‘agen utama dalam pembelajaran mereka
sendiri, yang terjadi, sebagai akibat dari pengalaman pribadi’ (Hase dan
Kenyon: 2007). Pendekatan ini diperkenalkan Stewart Hase dan Chris Kenyon pada
era 2000-an. Dalam publikasi pertamanya, mereka menggambarkan heutagogi sebagai
ekstensi dari andragogi, model pembelajaran orang dewasa yang diperkenalkan
Knowles sekitar 1968. Pada heutagogi pembelajar bertanggung jawab tidak hanya
soal apa yang dipelajari, akan tetapi juga cara belajar dan bagaimana
mengevaluasinya. Oleh karena itu, heutagogi menjadikan peserta didik sebagai
pusat belajar, berbeda dengan pedagogi yang pembelajarannya lebih terpusat pada
guru dosen. Dalam pendekatan ini, tugas pendidik sudah tidak lagi
sebagai pengajar, akan tetapi sebagai pendamping atau sahabat belajar. Di
antara keuntungan penggunaan heutagogi ialah meningkatkan kemampuan siswa
berpikir kritis dan reflektif. Memacu keterlibatan dan motivasi mereka.
Mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pribadi. Meningkatkan kemampuan untuk
menyelidiki dan mempertanyakan ide-ide serta menerapkan pengetahuan dalam
situasi praktis. Mendukung pengembangan ide-ide segar dan percaya diri. Membuat
lebih cakap dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Membantu mereka
mengembangkan keterampilan kerja tim dan manajemen proyek.
Cybergogy
Cybergogy ini
merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat
dalam lingkungan belajar dalam jaringan. cybergogy adalah pendekatan
pembelajaran dengan lingkungan belajar virtual untuk pengembangan pembelajaran
kognitif, emosional dan sosial peserta didik. Pembelajaran cybergogy mendorong
peserta didik untuk menggunakan komputer dan internet dalam mendapatkan
informasi, modul, laporan, dan berbagai jenis referensi lainnya. Cybergogy
menggabungkan dasar-dasar pedagogi dan andragogi dan memberikan manfaat
pembelajaran yang diberikan oleh teknologi untuk hasil belajar yang lebih baik.
Pendekatan cybergogy saat ini telah dilakukan di beberapa negara dan ke depan
akan lebih meluas lagi. Pendidikan cybergogy diharapkan memenuhi Pendidikan
4.0, yang menciptakan lingkungan belajar virtual yang berpusat pada peserta
didik, otonom dan kolaboratif. Pendidikan 4.0 adalah fenomena yang merespon
kebutuhan Revolusi Industri 4.0 di mana manusia dan mesin didampingkan untuk
mencari solusi, memecahkan masalah dan tentu saja menemukan kemungkinan inovasi
baru. Cybergogy melayani kebutuhan masyarakat di 'era inovatif'. Manajemen
pembelajaran yang dilakukan bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk menerapkan teknologi baru yang akan membantu mereka berkembang sesuai
dengan perubahan di masyarakat. Tujuannya untuk dapat hidup dalam masyarakat
dengan kemampuan terbaiknya.
Peeragogy
Peeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang kini digandrungi para peserta didik kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy.
Permasalahan
Mengapa pendekatan
Heutagogy, Cybergogy, Peeragogy penting untuk pendidikan saat ini?. Jelaskan!