Rabu, 11 November 2020

Augmented Reality Dalam Pembelajaran Kimia

 

Augmented Reality Dalam Pembelajaran Kimia

Augmented Reality (AR)

AR adalah seperangkat teknologi yang diciptakan sebagai cara overlay informasi atau dunia digital dan dunia nyata dengan tujuan memberikan kepada pengguna pengalaman perspektif yang lebih baik (Berryman, 2012). Ini membangun tampilan superposisi dengan menggabungkan adegan nyata dan adegan virtual (Zhang, 2018).

Augmented reality melengkapi  buku yang berorientasi konten dan mampu berinteraksi dengan pengguna melalui hubungan video dan audio (Fan, 2018). Tampilan informasi yang sebelumnya tidak terlihat oleh mata manusia sekarang dapat diamati dengan dukungan perangkat seperti komputer, ponsel pintar, tablet, dan HMD. Hal Itu tidak menghilangkan realitas tetapi meningkatkan realitas dengan informasi digitalnya. Tujuan utamanya adalah melengkapi stereoskopis tiga dimensi ke dunia nyata sebagai sarana untuk memperkaya persepsi pengguna (Maqableh & Sidhu, 2010).

Teknologi AR dalam pembelajaran kimia digunakan untuk visualisasi 3D dari struktur atom, molekul, kisi kristal dan ikatan kimia. AR sesuai namanya yaitu “augmented” artinya tambahan, gabungan dunia nyata dengan tambahan gambar tertentu, maksudnya adalah adanya tambahan (mungkin gambar 3D) dalam realitas. Dalam prakteknya, AR biasanya menggunakan kamera HP, jika kamera diarahkan kepada gambar molekul di kertas yang sudah dibuat dengan teknik tertentu (misal menggunakan Unity) maka pada kamera HP akan muncul tampilan 3D gambar molekul yang sesuai dengan molekiul yang sudah dibuat di kertas atau media lainnya.

AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam waktu nyata. Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur maupun dunia pendidikan. Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi tertentu ke dalam dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan perlengkapan seperti webcam, komputer, HP Android, maupun kacamata khusus.

Metode yang dikembangkan pada Augmented Reality saat ini terbagi menjadi dua metode, yaitu Marker Based Tracking dan Markless Augmented Reality.

1.            Marker Augmented Reality (Marker Based Tracking)

Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang putih. Komputer akan mengenali posisi dan orientasi marker dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu titik (0,0,0) dan tiga sumbu yaitu X, Y, dan Z.

2.            Markerless Augmented Reality

Salah satu metode Augmented Reality yang saat ini sedang berkembang adalah metode “Markerless Augmented Reality”, dengan metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital, dengan tool yang disediakan Qualcomm untuk pengembangan Augmented Reality berbasis mobile device, mempermudah pengembang untuk membuat aplikasi yang markerless (Qualcomm, 2012).\

a.       Face Tracking

Algoritma pada computer terus dikembangkan, hal ini membuat komputer dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain di sekitarnya seperti pohon, rumah, dan lain – lain.

b.      3D Object Tracking

Berbeda dengan Face Tracking yang hanya mengenali wajah manusia secara umum, teknik 3D Object Tracking dapat mengenali semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan lain-lain.

c.       Motion Tracking

Komputer dapat menangkap gerakan, Motion Tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film yang mencoba mensimulasikan gerakan.

d.      GPS Based Tracking

Teknik GPS Based Tracking saat ini mulai populer dan banyak dikembangkan pada aplikasi smartphone (iPhone dan Android), dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk arah yang kita inginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi menampikannya dalam bentuk 3D.

Pokemon Go adalah salah satu contoh visualisasi augemented reality dalam bentuk games, dimana beberapa tahun terakhir ini telah menjadi trending permainan di seluruh dunia. Pokemon Go menggunakan teknologi GPS untuk melacak pergerakan pemain serta teknologi Augmented reality (AR) untuk menampilkan Pokemon di layar saat menggunakan kamera.

AR sekarang digunakan dalam pelatihan medis. Aplikasinya berkisar dari penggunaan peralatan MRI hingga melakukan operasi yang sangat rumit. Di Klinik Cleveland, Case Western Reserve University, siswa diajarkan seluk beluk anatomi menggunakan headset AR. Teknologi ini memungkinkan mereka mempelajari tubuh manusia tanpa perlu membedah mayat atau menonton operasi langsung. Namun, hal ini tidak terbatas pada pelatihan saja. AR juga memiliki aplikasi yang dapat diterapkan selama operasi tanpa perlu kamera dan probe invasif yang masih tradisional.


Dengan penerapan teknologi AR inilah diharapkan para siswa dapat memiliki experience yang tinggi sehingga bisa menciptakan tingkat kreatifitas yang mumpuni dan menghasilkan inovasi untuk dunia pendidikan, khususnya di dalam negeri. Hal ini dimungkinkan karena dengan sistem AR mengkombinasikan objek yang ada di dunia nyata dengan objek virtual sehingga menghadirkan sebuah tampilan imajinasi positif, baik dari sisi tampilan hingga pendengaran dalam sudut pandang para pelajar.

Permasalahan

Apa saja kendala augmented reality dalam dunia pendidikan? serta bagaimana cara mengatasi kendala augmented reality dalam dunia pendidikan?

 

 

7 komentar:

  1. Disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari dina, yaitu untuk kendala nya seperti berikut
    1.Permasalahan Ketersediaan Dana
    Salah satu masalah terbesar yang di alami teknologi pendidikan baru ini adalah ketersediaan dana untuk menerapkannya di ruang kelas. Sebagian besar kendala yang dialami oleh sistem pendidikan publik adalah kurangnya dana. Menginvestasikan ratusan juta rupiah untuk peralatan teknologi baru dalam pendidikan, ditambah menyiapkan pengamanan yang diperlukan dan biaya pelatihan, membuat hal ini bisa menjadi hambatan yang cukup besar.

    Tetapi dilihat dari manfaatnya yang dapat tingkatkan kualitas pendidikan, berarti akan terjadi peningkatan juga terhadap kualitas manusia di Negeri ini. Terlebih lagi apabila pemerintah ikut mendukung dan berpartisipasi juga dalam realisasikan penerapan teknologi pendidikan ini, tentu investasi tersebut sangat layak untuk dilakukan.

    2. Kurangnya investasi
    Produksi suatu produk dalam jumlah yang besar dapat menurunkan harga pasar untuk produk tersebut sehingga menjadikannya lebih terjangkau, termasuk produk AR dan VR untuk teknologi pendidikan ini. Tetapi untuk memproduksi dalam jumlah besar membutuhkan investasi dalam jumlah besar juga. Masalahnya adalah, investasi untuk memproduksi teknologi pendidikan ini hingga saat ini masihlah sangat kurang.

    Peran pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena kembali lagi ke point sebelumnya bahwa dampak dari diterapkannya teknologi pendidikan ini adalah meningkatnya kualitas manusia, dan dampaknya akan sangat dirasakan dengan semakin meningkatnya pembangunan Negeri ke arah yang positif.

    3. Kualitas Konten
    Konten merupakan hal yang penting karena merupakan hal yang akan di konsumsi oleh pengguna teknologi edukasi AR dan VR ini. Apalah artinya suatu teknologi tanpa adanya konten yang bermanfaat bagi penggunanya. Dalam kasus ini, untuk mendorong sekolah atau instansi pendidikan lainnya dalam membeli teknologi pendidikan ini, tentu mereka membutuhkan suatu alasan kenapa harus membelinya, dan salah satu pendorong utama adalah konten yang bermanfaat, berkualitas, serta bisa meningkatkan mutu pendidikan dengan materi pengajaran yang lebih mudah diserap oleh siswa, dan memudahkan pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran.

    4. Distribusi dan Peluncuran
    Distribusi secara langsung terkait dengan investasi. Ketika tidak ada distribusi dengan skala yang meluas, sulit untuk mengumpulkan dana guna menciptakan “hal-hal yang interaktif,”, seperti dalam kasus Chromebook sebagai referensi.

    Chromebook memiliki titik harga yang pas dan telah berhasil memperluas pasarnya ke sekolah-sekolah. Tetapi itu terjadi pada tingkat yang berbeda di tempat yang berbeda. AR dan VR kemungkinan akan menempuh jalan yang serupa dengan Chromebook.

    5. Teknologi Transisi
    Penerapan AR dan VR di sekolah tingkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar anak Seperti halnya perubahan teknologi baru, akan ada periode transisi untuk merasa nyaman dengan format dan platform baru. Hal ini bisa menjadi kendala ketika para pengajar tidak dapat mengikuti periode transisi tersebut. Teknologi di kelas yang imersif dan interaktif sangat menarik untuk diterapkan. Daripada membaca secara pasif tentang pengalaman orang lain, peserta didik harus secara aktif membangun proyek mereka sendiri seperti mengeksekusi, mengulang dan belajar.

    BalasHapus
  2. Meurut saya salah satu masalah terbesar yang di alami teknologi pendidikan baru ini adalah ketersediaan dana untuk menerapkannya di ruang kelas. Sebagian besar kendala yang dialami oleh sistem pendidikan publik adalah kurangnya dana. Tetapi dilihat dari manfaatnya yang dapat tingkatkan kualitas pendidikan, berarti akan terjadi peningkatan juga terhadap kualitas manusia di Negeri ini. Terlebih lagi apabila pemerintah ikut mendukung dan berpartisipasi juga dalam realisasikan penerapan teknologi pendidikan ini, tentu investasi tersebut sangat layak untuk dilakukan. dan cara mengatasinya salah satu nya bisa dengan kreatif dari seorang guru untuk merancang sendiri atau membuat sendiri media pembelajaran berbasis augmented reality misalnya menggunakan media elektronik handphone yang bersifat sederhana tanpa mengeluarkan banyak biaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju bahwa masalah dana menjadi kendala kendala augmented reality dalam dunia pendidikan dan bagaimana cara mengatasi kendala augmented reality dalam dunia pendidikan yakni dibutuhkan kreativitas dari guru dan pihak sekolah akan hal ini. AR pun juga harus dibutuhkan sarana yang mempuni untuk menunjangnya. namun terlihat di sekitar lingkungan prov jambi memang sarana prasarana maupun aplikasi pemprograman belum memadai sehingga penggunaan AR belum terealisasikan secara sempurna meski sudah ada yang mencoba untuk mendesain aplikasinya. Oleh karena itu, cara lain yang bisa digunakan ialah dengan menyederhanakan AR yang dikembangkan agar bisa digunakan pada ponsel karena ponsel merupakan salah satu benda yang paling sering digunakan oleh tiap orang dan tidak terlepas dari genggaman pemiliknya sehingga seiring berjalannya waktu menurut saya dijambi akan mampu menerapkan AR dalam pendidikan apabila aspek dalam penerapan AR ini sudah cukup terpenuhi.

      Hapus
  3. Saya mencoba menjawab pertanyaan saudari dina, saya setuju dengan jawaban dari mellycha dan nurul amini, karena memang masih ada kendala atau hambatan yang dialami untuk penerapan aurgmented reality ini salah satunya terkendala pada masalah dana, dan sarana prasarana yang menunjangnya. Jika pemerintah ikut mendukung dan berpartisipasi dalam peningkatan sarana prasarana dan teknologi pendidikan ini, maka augmented reality akan sangat baik dan dapat dilaksanakan dengan baik.

    BalasHapus
  4. Meurut saya salah satu masalah terbesar yang di alami teknologi pendidikan baru ini adalah ketersediaan dana untuk menerapkannya di ruang kelas. Sebagian besar kendala yang dialami oleh sistem pendidikan publik adalah kurangnya dana.

    BalasHapus
  5. kendala yang paling krusial pada permasalahan yang anda ajukan adalah mengenai dana untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana. bukan hanya itu kebutuhan akan jaringan internet juga berpengaruh penting memingat belum meratanya persebaran jaringan internet diseluruh indonesia

    BalasHapus
  6. Saya setuju dengan pendapat teman-teman yang lain bahwa kendala utama penerapan augmented reality dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan pendanaan. Tetapi jika dilihat dari manfaatnya yang dapat tingkatkan kualitas pendidikan, berarti akan terjadi peningkatan juga terhadap kualitas manusia di Indonesia. Terlebih lagi apabila pemerintah ikut mendukung dan berpartisipasi juga dalam realisasikan penerapan teknologi pendidikan ini, tentu investasi tersebut menurut saya sangat layak untuk dilakukan.

    BalasHapus

Kisi-Kisi Instrumen Kegiatan Pembelajaran Kimia Berbasis Disruptive Innovations

  Disruptive innovation    Teori  disruption  pertama kali di perkenalkan pada tahun 1995 oleh Clayton Christensen. Definisi dari  Disrupt...